Lesson Study

Ada beberapa kesalahan prinsip dalam memahami Lesson study. Beberapa diantaranya adalah memaknai lesson study sebagai model pembelajaran, dengan sintaks PLAN, DO, dan SEE. Lesson study sendiri adalah upaya peningkatan kualitas pendidikan dalam sebuah kegiatan. Kegiatan tersebut merupakan kombinasi kegiatan di dalam dan di luar kelas.
Mengapa menggunakan lesson study dan bagaimana lesson study dapat membawa pada perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan secara lebih luas? Menurut Lewis (2002) di Jepang lesson study tidak hanya memberikan sumbangan terhadap pengetahuan keprofesionalan guru, tetapi juga terhadap peningkatan sistem pendidikan yang lebih luas. Lewis (2002) menguraikan ada lima jalur yang dapat ditempuh lesson study, yakni: (1) membawa tujuan standard pendidikan ke alam nyata di dalam kelas, (2) menggalakkan perbaikan dengan dasar data, (3) mentargetkan pencapaian berbagai kualitas siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar, (4) menciptakan tuntutan mendasar perlu peningkatan pembelajaran, dan (5) menjunjung tinggi nilai guru.
Sebagaimana telah disampaikan di depan bahwa Lesson study merupakan siklus yang secara umum terdiri atas PLAN, DO, dan SEE. Pada pelaksanaannya, sebelum SEE biasanya akan ada tahap Briefing. PLAN adalah kegiatan merencanakan pembelajaran oleh GURU MODEL dipandu oleh FASILITATOR, dan OBSERVER UTAMA. Guru model adalah guru yang akan membuka kelas, mengijinkan observer untuk mengamati pembelajaran di dalam kelasnya. Fasilitator adalah orang yang dapat mengeluarkan kebijakan, di sekolah, fasilitator biasanya adalah kepala sekolah atau sekurangnya wakil kepala bagian kurikulum. Observer utama adalah, rekan sejawat yang terlibat dalam perencanaan pembelajaran. Observer utama bisa berasal dari sekolah yang sama, atau sekolah yang berbeda pengampu mata pelajaran yang sama. Ada pula observer yang bukan utama, yaitu guru tamu yang hanya hadir saat DO dan SEE. Oleh sebab itu, fasilitator biasanya akan memberikan waktu untuk briefing, memberi kesempatan guru model menyampaikan rencananya. Pada tahap briefing, tidak ada lagi diskusi mengenai perencanaan. Tahapan pelaksanaan Lesson study dapat dilihat pada gambar berikut:
LS cycle 1
Ada bentuk lain dari sebuah siklus lesson study. Siklus tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.
LS cycle 2
Pada prinsipnya kedu siklus tersebut sama. Ketika memahami konten dari proses Lesson study, kita dapatkan bahwa prinsip pembelajaran yang dilakukan adalah kolaboratif. Hal ini cukup berbeda dengan prinsip kooperatif yang banyak diagungkan di Indonesia.
Di Lesson Study, berikut saya informasikan beberapa pengalaman.
  1. Task Force hibah Lesson Study Jurusan Matematika Unnes tahun 2009-2012
  2. Narasumber/ Fasilitator Pelatihan LS untuk Guru MI, MTs, dan MA se-Jawa Tengah tahun 2012
  3. Peserta National ToT Lesson Study dari JICA-UNY tahun 2012
    LS Sertifikat
Referensi
  • Lewis, C.C. 2002. Lesson study: A Handbook of Teacher-Led Instructional Change. Philadelphia: Reseach For better School .Inc

No comments:

Post a Comment